Selasa, 18 November 2014

KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

Komunikasi merupakan komponen dasar dari hubungan antar manusia dan meliputi  pertukaran informasi, perasaan, pikiran dan perilaku antara dua orang atau lebih. 

Komunikasi mempunyai dua tujuan, yaitu untuk pertukaran informasi dan mempengaruhi orang lain.

Interaksi perawat dan pasien akan menghasilkan informasi untuk perawat tentang keadaan pasien dan pada waktu yang bersamaan perawat dapat memberikan informasi tentang cara-cara menyelesaikan masalah dengan strategi tertentu sehingga pasien terpengaruh dan mau melakukannya untuk penyelesaian masalah pasien. Jika pasien menerima dan melakukan informasi yang diberikan oleh perawat maka perilaku pasien berubah ke arah adaptif yang merupakan hasil utama tindakan keperawatan.

Sikap dalam berkomunikasi dapat ditampilkan melalui perilaku-perilaku berikut:
  1. Gerakan tubuh, seperti sikap tubuh, ekspresi wajah dan sikap-sikap lain. Misalnya: tersenyum, kontak mata, sedikit membungkuk pada saat bicara, tidak melipat tangan, tidak menyilangkan kaki, tidak memasukkan tangan ke kantong. 
  2. Jarak saat berinteraksi, ruang intim sampai 50 cm, ruang pribadi 50-120 cm, dan ruang konsultasi sosial 275-365 cm. Komunikasi terapeutik pada umumnya terjadi di ruang pribadi, tetapi antara pasien dengan perawat tidak dibatasi meja.
  3. Sentuhan, dapat digunakan dalam komunikasi terapeutik, tetapi harus dilakukan secara tenang sambil menganalisis kondisi pasien dan respons yang mungkin akan diberikan oleh pasien. Sentuhan tidak tepat untuk beberapa situasi, misalnya: terhadap pasien yang penuh curiga dan tidak percaya kepada orang lain, pasien yang merupakan korban penganiayaan, pasien yang budayanya melarang atau membatasi sentuhan. Beberapa contoh sentuhan: bersalaman, menepuk bahu/mengangkat jempol/tepuk tangan untuk memberikan pujian, memegang tangan pasien pada saat pasien sedih dan menangis.
  4. Diam, dapat berguna untuk memfasilitasi pasien dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Misalnya: pada pasien menarik diri, setelah perawat mengajukan pertanyaan maka perawat diam untuk memberi kesempatan pada pasien berpikir tentang jawaban pertanyaan.
  5. Volume dan nada suara, mempengaruhi penyampaian pesan. Pada pasien lansia volume suara tinggi dengan nada rendah, pada pasien perilaku kekerasan, volume dan nada suara rendah tetapi tetap tegas.
Semoga bermanfaat......

Sabtu, 15 November 2014

Makanan Berenergi

Berjuang untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari, tak mampu dilakukan tanpa minum kopi dipagi hari, siang hari mencari makanan yang mengandung gula dan minuman agar tetap dapat aktif sepanjang hari, terdengar lazim ??? Kita selalu sibuk, kita merupakan generasi yang melakukan semuanya, berkutat dengan pekerjaan, kehidupan di rumah, relasi, keluarga dan aktifitas sosial, maka tak heran jika kita merasa lelah.  Tidur yang baik di malam hari bukanlah satu-satunya solusi untuk merasa lebih segar dan terjaga, namun apa yang kita makan juga merupakan bagian penting untuk memperkuat tubuh kita. Memilih makanan yang benar dapat menghasilkan dampak besar bagi kesehatan kita secara keseluruhan, namun memperhatikan diri sendiri merupakan prioritas terakhir dalam kesibukan sehari-hari. Makan makanan cepat seperti batangan coklat, minuman yang mengandung soda dan kafein untuk asupan yang memberikan dorongan alami adalah cara paling mudah untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan energi kita dengan baik.

inilah 10 makanan pendorong energi

  1. Gandum – Gandum adalah sumber kalsium, kalium dan magnesium yang baik, dan juga sumber energi yang melepaskan vitamin B. Magnesium memainkan peran kunci dalam mengubah makanan yang kita makan menjadi energi, dan berpengaruh terhadap pengurangan rasa lelah dan letih. Gandum juga mengandung kadar Glysemic Indeks yang rencah sehingga memberikan pelepasan energi dengan tetap. Cobalah muesli, bubur atau kue gandum untuk sarapan sehat atau kudapan.
  2. Kacang – Tinggi akan kandungan protein, vitamin dan mineral dan juga lemak, kacang merupakan kudapan yang baik. Kacang Almon mengandung energi yang melepas mineral, magnesium dan kalsium. Kacang kenari kaya akan kalium, seng dan energi yang melepaskan zat besi, sementara kacang tanah merupakan sumber vitamin B6 yang sangat baik yang membantu tubuh untuk menggunakan dan menyimpan energi dari protein dan karbohidrat dari makanan. Yang manapun Anda pilih, cobalah untuk hati-hati dalam mengkonsumsinya, dan jangan sampai berlebihan karena kacang mengandung kalori tinggi dan kandungan lemak – satu genggam kecil atau dua sendok makan merupakan porsi ideal.
  3. Buah-buahan –Karena kebanyakan buah-buahan merupakan sumber vitamin yang baik, antioksidan dan serat, buah-buahan adalah kudapan yang sempurna bagi pembangkit energi. Vitamin C memiliki banyak fungsi yang penting di tubuh termasuk membantu melepas energi dari makanan dan mencegah rasa lelah dan letih. Jeruk dan jenis sitrus lainnya biasanya mengandung Vitamin C, pisang juga merupakan pilihan baik karena kaya akan sumber karbohidrat – bahan bakar yang diperlukan oleh tubuh, dan kalium, suatu elemen yang penting bagi fungsi otot normal. Tak ada yang namanya buah jelek, jadi makanlah berbagai macam buah-buahan bagi diet bervariasi dan nutrien maksimum.
  4. Sayuran – Ibu selalu bilang “Makan sayurmu, bagus buat kamu”, dan Ibu tidak bohong! Brokoli, bayam dan toge – mengandung sedikit zat besi tapi berguna, yang dapat mengurangi rasa lelah dan letih dan membantu melepaskan energi dari makanan. Ubi jalar juga merupakan pilihan yang baik karena mengandung kandungan energi yang tinggi yang menyediakan karbohidrat dan juga vitamin C yang diperlukan untuk melepas energi dari makanan dan Vitamin A untuk mempertahankan kulit normal dan pandangan.
  5. Padi gandum – Mengganti nasi putih, roti dan pasta dengan padi gandum akan membantu melepas energi lebih rutin dari makanan Anda. Karbohidrat halus mengandung serat yang sangat kecil dan diproses dengan hebat, sementara karbohidrat tidak halus sangat kaya akan serat yang memperlambat tingkat pelepasan gula dari karbohidrat sehingga tidak menyebabkan penyuntikan dan turunnya gula darah secara mendadak. Serat juga menyebar di perut Anda yang menyebabkan Anda merasa kenyang lebih lama. Nasi merah dan roti gandum merupakan sumber karbohidrat energi yang baik dan asam pantothenik (lebih dikenal dengan nama Vitamin B5) yang membantu tubuh mengekstrasi energi dari makanan.
  6. Ikan –Ikan adalah sumber protein yang baik dan juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Ikan berminyak, termasuk salmon, ikan kembung, ikan forel, ikan haring, tuna segar, dan sardin kaya akan vitamin B6, Niacin (B3) dan B12, yang penting untuk mengubah makanan menajdi energi. Ikan juga kaya akan magnesium dan mineral utama lainnya bagi produksi energi. Ikan berminyak mengandung lemak sehat Omega 3 yang baik bagi jantung.
  7. Daging Merah tanpa lemak – Daging merah kadang diberitakan jelek, namun memakan daging merah dapat membantu tubuh Anda untuk menambah tingkat protein dan besinya. Tingkat zat besi yang rendah dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, gejala awal kelelahan, lesu dan kurangnya energi secara umum. Daging juga merupakan salah satu dari sumber utama Vitamin B12 di diet yang juga berkontribusi dalam pelepasan energi dari makanan yang kita makan.
  8. Kacang polong dan tanaman kacang-kacangan – melepaskan energi secara perlahan dan kaya serat yang memperlambat proses pencernaan sehingga menyediakan pasokan energi secara tetap. Kacang merah, kacang-kacangan dan kacang bakar mengandung zat besi, yang penting untuk memproduksi sel darah merah yang membawa oksigen di seluruh tubuh dan berpengaruh pada penurunan rasa lelah dan letih. Kacang polong dan tanaman kacang-kacangan tidak perlu dimakan begitu saja – dapat dibuat kare atau sup dan salad, kacang polong dan tanaman kacang-kacangan merupakan kandungan yang serba guna yang membantu Anda merasa kenyang.
  9. Telur - satu dari sedikit makanan yang disebut-sebut mengandung banyak protein lengkap karena mengandung 9 asam amino penting – pembangun balok protein di tubuh Anda. Sebagai sumber kaya protein, telur baik untuk pendorong energi, dan Anda akan merasa lebih kenyang lebih lama karena telur menyediakan pelepasan energi yang perlahan.
  10. Bawang putih – Makan banyak bawang putih mungkin tidak membuat Anda populer karena bisa menyebabkan bau, namun bawang putih memiliki manfaat yang sehat dan sudah diketahui selama berabad-abad. Tumbuhan yang sangat kuat ini telah dihubungkan deengan kesehatan jantung dan mengatur tingkat gula darah – dan lebih dari itu bawang putih menambah rasa yang enak ke dalam makanan!

Rabu, 12 November 2014

Berbahayakah HIV/AIDS ???

Sering banget kita mendengar kalo HIV atau AIDS ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya.
Tapi sebenarnya apa sih HIV itu

HIV merupakan singkatan dari "human immunodeficiency virus". HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Lalu apa sih AIDS itu?
AIDS adalah singkatan dari "acquired immunodeficiency syndrome" dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.
Kalau manusia terkena HIV apa aja gejala-gejalanya ?
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak segera setelah terjadi infeksi awal. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa), yang dapat terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi.
Kendatipun infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV.
Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS.
Kapankah seorang terkena AIDS?

Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut.

Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun. AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut:
  • Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS.
  • Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh)
  • Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru), atau
  • Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.

Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati.
Seberapa cepat HIV bisa berkembang menjadi AIDS?
Lamanya dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.
Demikian, semoga bermanfaat..

Minggu, 09 November 2014

Tentang Profesi Keperawatan

Profesi Perawat. Keperawatan yang semula belum terlalu jelas ruang lingkupnya dan batasannya. Namun sekarang ini secara bertahap sudah mulai berkembang. Masih banyak di kalangan masyarakat kita bahwa profesi perawat bila di rumah sakit adalah seorang “pembantu dokter”. Seorang perawat banyak diartikan serta dipersepsikan sebagai seseorang yang hanya menuruti kata dokter dan bisa di suruh-suruh seenaknya. Semua itu jelas salah, dan asumsi yang masih banyak di masyarakat ini memang harus dikikis.Bahwa Perawat itu bukan pembantu dokter melainkan sebuah profesi yang sebenarnya sejajar dengan dokter. Bila dokter dalam hal medisnya sedangkan perawat dengan profesi perawat tentunya bertugas dan berperan di bidang keperawatan itu sendiri.

Kita sedikit mengulas kembali bahwasannya pengertian keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga, dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.


Berdasarkan penggunaan asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan ini, maka keperawatan dan juga profesi perawat dapat dikatakan sebagai profesi yang sejajar dengan profesi dokter, apoteker, dokter gigi, radiologi, dan lain-lain. Maka untuk itulah dikatakan bahwa perawat adalah sebuah profesi. Yah...Profesi perawat.Keperawatan bisa dikatakan sebagai sebagai sebuah profesi karena memiliki beberapa hal. Beberapa hal yang menjadikan keperawatan sebagai profesi adalah sebagai berikut : 


  1. Landasan ilmu pengetahuan yang jelas (Scientific Nursing) dalam hal ini adalah cabang ilmu keperawatan klinik, ilmu keperawatan dasar, cabang ilmu keperawatan komunitas , cabang ilmu penunjang.
  2. Mempunyai kode etik profesi. Satu hal bahwa keperawatan adalah profesi salah satunya mempunyai kode etik keperawatan Kode etik keperawatan pada tiap negara berbeda-beda akan tetapi pada prinsipnya adalah sama yaitu berlandaskan etika keperawatan yang dimilikinya, dan di negara Indonesia memiliki kode etik keperawatan yang telah ditetapkan pada musyawarah nasional dengan nama kode etik keperawatan Indonesia.
  3. Pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi. Perawat sebagai profesi karena di Indonesia berbagai jenjang pendidikan keperawatan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai dari jenjang D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan.
  4. Memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi. Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. Oleh karena itu sistem pemberian asuhan keperawatan (askep) dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Pelayanan / askep yang dikembangkan bersifat holistik / menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien, berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan.
  5. Mempunyai perhimpunan Organisasi Profesi. Perawat dikatakan sebagai profesi karena keperawatan memiliki organisasi profesi sendiri yaitu PPNI. Profesi perawat diakui karena memang keperawatan harus memiliki organisasi profesi yakni yang disebut dengan PPNI Organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia.
  6. Pemberlakuan Kode etik keperawatan. Profesi perawat dikatakan sebagai sebuah profesi karena dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan.
  7. Otonomi. Keperawatan memiliki kemandirian, wewenang, dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi, mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan, penyelenggaraan pendidikan, riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan ( KepMenKes No.1239 Tahun 2001 ).
Demikianlah tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai profesi keperawatan, dan sebagai seorang mahasiswa keperawatan kita harus bangga dengan profesi perawat yang nantinya akan kita jalani sendiri dan tentunya harus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan, pendidikan, ketrampilan yang semuanya itu merupakan tujuan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas dengan lebih baik lagi.